Butir-Butir Penuh Makna

Weeittsss… saya gak akan berpuisi di sini, tapi saya mau bagi-bagi cerita lagi tentang kuliah geologi yang saya ambil di semester ini.. Kan waktu itu saya sudah pernah bercerita tentang KRISTALOGRAFI-MINERALOGI di Crystal Clear sekarang saya mau cerita tentang: SEDIMENTOLOGI-STRATIGRAFI.

Terus kenapa judulnya ada butir-butirnya segala??

Karena sebenarnya yang berusaha kami lakukan dari kuliah ini adalah menganalisa butir (grains) dari berbagai jenis batuan sedimen untuk mengetahui bagaimana, kapan dan dimana batuan itu terbentuk.

lha terus?

naaah.. batuan sedimen adalah batuan yang menjadi tempat tinggal dari minyak bumi, karena pada umumnya batuan sedimen memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Nah, yang menjadi penentu adalah hubungan antar butir di dalam batuan itu. Suatu batuan yang butirnya terpilah baik akan menjadi rumah yang nyaman bagi hidrokarbon. Rumah yang nyaman itulah yang disebut batuan dengan porositas baik. Butir-butir sedimen sendiri bentuknya bervariasi, secara umum sih, dibagi menjadi membulat dan menyudut. Dari bentuknya kita dapat mengetahui energi dan tempat macam apa yang membentuk dan mengendapkan butir itu. Batuan sedimen adalah rumah bagi minyak bumi, dengan analisa butir kita dapat mengetahui di mana batuan itu terbentuk, yang berarti butir-butir itu dapat memberi kita alamat rumah si minyak bumi.

gampangnya sih, dengan lulus kuliah ini, kita bisa nyari reservoir minyak bumi!

makanya saya bilang butir-butir penuh makna… wong dengan menganalisanya kita bisa mendapatkan sumber energi paling terpercaya saat ini (dan mungkin untuk seterusnya..) Luar biasa memang.

Kemarin saya baru saja selesai praktikum kuliah ini dengan modul GRANULOMETRI. Inti dari praktikum ini adalah mengayak butir (ternyata tidak secara manual, seperti yang saya bayangkan sebelumnya :D ), dan kemudian dari analisa statistik butir-butir itu kita dapat mem-plot grafik. Grafik yang di plot itu memiliki pola-pola tersendiri yang menunjukkan di lingkungan mana batuan itu tersedimentasi. Weitss, ok kan! Mau tahu di mana batuan terbentuk gak usah pake acara tracking-tracking segala…

nah.. ini dia ‘ayakan’ yang dipakai buat mengayak butir-butir itu.. hihi liat aja kan tuh foto blur begitu.. karena memang alat ini difoto dalam keadaan sedang bergoyang dengan hebatnya. Hihi, dia bergoyang non-stop untuk 15 menit, sebenarnya saya seram juga waktu melihatnya. Alih-alih nanti wadah-wadah yang bertumpuk itu terlempar semua, hah kacau! Hihi, untungnya sewaktu kami praktikum semuanya lancar-lancar saja. Palingan kami harus mengulang mengayak karena kurang teliti membaca modul. jadi waktu praktikumnya berganda. Haha, malu juga! Soalnya ketauan ‘goblok’nya bukan sama asisten sendiri. :P

Saya juga senmpat cerita di cerita saya mengenai UTS kalau mata kuliah ini yang paling nge-blank, dan saya memang mengejar semua materi di H-2. Saya belajar sedimen non-stop dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi, hihi, hampir pecah kepala! Tapi ada keasyikan tersendiri, lo! Dan ternyata lumayan berdampak di ujian, tapi saya juga belum tahu pasti hasilnya gimana. Kuliah ini wajib A lah, pokonya! harus lulus! soalnya, di tahun ajaran berikutnya kuliah ini akan dipecah lagi menjadi SEDIMENTOLOGI dan STRATIGRAFI yang masing-masing berbobot 3 sks. walahhh, kalo ndak lulus repot ini, karena bakal rugi 6 sks! amit-amit..

hihi, pokoknya kuliah ini seru! mata kuliah geologi paling signifikan di semester ini menurut saya dalam hal eksplorasi…

siip lah, ayo beramai-ramai jadi geophysicist! :)

~ by Christine Kaharmen on April 10, 2008.

6 Responses to “Butir-Butir Penuh Makna”

  1. sedikit tambahan: batuan sedimen bukan cuma “rumah” buat oil, tapi juga water & gas. selain itu perlu diperhatikan struktur batuan sedimen dan source rocknya (silakan ikuti kuliah GMB).
    Praktikum granulometri ya?? hmm…. waktu angkatan kami (2004), kami tidak hanya memperhatikan alat yang bergoyang dgn hebatnya, tapi kami juga MENAHAN alat yang bergoyangt dengan hebatnya itu selama 15 MENIT!! karena pada waktu itu tahanannya rusak jadi kami dengan tangan kami sendiri menahan alat itu supaya butirannya tidak berantakan ke mana2.. hehe… tapi untungnya prodi Geologi sekarang sudah memperbaiki alat tersebut.

    siiip deh, ka Edwin, makasih buat tambahan infonya. hihi, GMB ya, seperti seru!
    Hehe, sebenarnya waktu praktikum kemarin si alat itu udah “menjerit-jerit” gak jelas, tahanannya harus diganjal kain lap biar gak bunyi menderit-derit (hhh, ngilu deh bunyinya) jangan-jangan nasib praktikan di bawah angkatan kami bakal sama kaya angkatan kaka… harus ikut menahan si ayakan juga… :P

    12304011

  2. Tine,,, siap2 aja dimarahin si Dendy cerdas nih kita… Jangan2 si asisten baek yg kmaren ngadu ke dia lagi… hwakakaka…

    hehe… yah gak papa lah.. biar diajarin lagi! :o

  3. gua ber3 (ado-ias-gilang) aja ampe kaget waktu pertama kali nyalain tu
    ayakan.. dikira bisa agak2 silence hehe ternyata suaranya cukup bising heeh
    tapi yang keren tu timbangan electronnya ya hehe
    jarang2 gua liat timbangan canggih kek gitu heeh :p

    oia ya kami yang praktikum habis kalian :o hehe, emang gak sius tuh alat, bukannya apa2 takut rusak aja… iya timbangannya emnag mangstap.. sayang ya kebersihan lab kurang dijaga :(

  4. aduuuh ntin, sayah teh lagi bingung nyari referensol buat tuh praktikuem granuloss..
    Minta referensi donk! hehe, tenks ya!

  5. Hai, gimana hasilnya? btw gw skrng lg blajar sedimentologi buat lanjutin. skrng gw lg trainning di paris. lo bs kirim modul metode granulometri di ITB gak? tolong dong… gw maw taw yg bahasa indonesianya. bahasa prancis gw belom lancar.
    thanks yak!

  6. @Ruly: Hai salam kenal. Hmm, modulnya gak ada yang dalam bentuk soft copy, palingan saya hanya bisa kirimkan laporan kelompok saya soal modul granulometri itu. Gimana?
    Wah, senangnya bisa training di Paris :D Good luck buat studi-nya yaa!

Leave a Reply